Aparat kepolisian yang bertugas mengamankan sekolah-sekolah tempat ujian nasional di Kota Bogor akan berbusana batik, Senin (18/4/2011). Paket lembaran-lembaran soal UN sudah tiba sejak Minggu (17/4/2011) sekitar pukul 01.30 langsung ke SMA Negeri I Bogor, yang memang dijadikan tempat penyimpanan UN.
Untuk menghilangkan kesan tegang, agar siswa tidak merasa ngeri atau waswas karena polisi terlibat dalam pengamanan di sekolahnya.
-- Irwansyah
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Aim Halim Hermana di SMAN I Kota Bogor mengatakan, SMAN 1 Bogor diputuskan menjadi gudang penyimpanan soal UN karena sekolah memiliki fasilitas kamera pemantau (CCTV). Dus-dus berisi soal UN ditempatkan di sebuah ruangan dengan ukuran 8 meter x 7 meter. Ruang penyimpanan juga sudah disterilkan dan dipantau CCTV selama 24 jam nonstop.
"Kami jamin penyimpanan soal-soal UN ini aman," kata Aim.
Ia menambahkan, pengepakan soal-soal UN tersebut sejak dari Bandung sudah dikelompokkan per sekolah. Ini memudahkan pendistribusian di tingkat rayon sehingga petugas tidak perlu repot lagi membagi-bagi soal ke sekolah, katanya.
UN tingkat SMA/SMK/MA di Kota Bogor diikuti 17.993 peserta yang berasal dari 127 sekolah, terdiri dari 66 SMK, 46 SMA, dan 15 MA, akan diawasi dengan melibatkan dosen perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Secara terpisah, Kepala Bagian Operasi Polres Bogor Kota Komisaris Irwansyah mengatakan, pihaknya menerjunkan 175 personel untuk membantu mengamankan pelaksanaan UN di sekolah-sekolah, baik saat pelaksanaan pendistribusian maupun ketika UN berlangsung. Pengiriman lembar jawaban ke Bandung juga akan dikawal polisi.
Anggota juga sudah siap bertugas. Selama pengawasan UN, para petugas kepolisian itu tidak mengenakan seragam dinas kepolisian, melainkan baju batik.
"Tujuannya, untuk menghilangkan kesan tegang agar siswa tidak merasa ngeri atau waswas karena polisi terlibat dalam pengamanan di sekolahnya," kata Irwansyah.